8 DESTINASI WISATA PANTAI DAN DANAU DI KABUPATEN MUNA
Pulau ini terletak pada selatan garis Khatulistiwa pada garis lintang 4º06 – 5.15° LS dan garis Bujur 120.00° – 123.24° BT. Daratan pulau umumnya merupakan dataran rendah dengan ketinggian rata-rata kurang dari 100 meter di atas permukaan laut. Pulau Muna beriklim tropis dengan suhu rata-rata antara 25 °C – 27 °C. Sebagaimana Daerah sub tropis lainnya memiliki dua musin yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan terjadi antara bulan Nopember dan mulai Maret, , sedangkan musim kemarau terjadi antara bulan Mei dan bulan Oktober, pada bulan ini angin bertiup dari Benua Australia yang sifatnya kering dan sedikit mengandung uap air.
Pulau Muna adalah salah satu pulau terbesar di Propindi Sulawesi Tenggara. Pulau ini adalah pulau karts sehingga terkenal dengan varian landscap alamnya yang menawan.
Sebagai pulau karts, Pulau Muna memiliki vegetasi unik khas daratan karts yakni vegetasi hijau didaratan serta hamparan bukit-bukit atol yang dilengkapi dengan gua-gua alami dan sungai bawah tanah. Dipesisir terhampar pantai dengan pasir putih nya nan indah dan cantik rupawan dengan vegetasi khas pantai
Pulau Muna memiliki luas 3.000 Km persegi, dengan garis pantai mencai 857 Km. Dengan pantai yang begitu panjang, Pulau Muna memiliki potensi wisata pantai yang sangat menjanjikan karena uumnya pantai – pantai di Pulau Muna memiliki panorama yang sangat indah.
Berikut kami sajikan beberapa pantai dan danau di Kabupaten Muna yang memiliki panorama yang indah dan bisa menjadi destinasi bagi wisatawan baik local, domestic maupun manca negara. …Mulai dari Pantai Meleura
1. Pantai Meleura
Pantai yang menyejukkan mata ini terletak di Desa Lakarinta Kecamatan Lohia yang berjarak sekitar 18 km dari Kota Raha yang menjadi ibukota Muna. Lokasinya yang tidak begitu jauh dari kawasan kota itulah yang membuat pantai ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, disamping panoramanya yang memang sangat menakjubkan.

Foto : IDN Time
Fasilitas yang tersedia di pantai ini juga relatif lengkap mulai dari kamar mandi, warung, kios-kios hingga penginapan. Pengunjung yang datang tidak perlu membeli tiket, cukup dengan membayar biaya parkir sebesar Rp.10.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp.20.000 untuk kendaraan roda empat.

2. Pantai & Danau Napa Bhale

Keindahan Danau Napabhale menjadi bukti tak terbantahkan akan kebesaran dan keagungan Sang Maha Pencipta, Allah SWT.
Di atas puncak, angin sepoi-sepoi mengibas-ngibas kulit. Dari atas, terpampang dua buah danau yang berdampingan. Air danau berwarna kehijauan. Satu buah danau berbentuk hati. Satu danau lainnya lonjong. Di dekat kedua buah danau itu, terdapat Pantai Pasir Putih, orang Lohia menyebutnya. Laut lepas terlihat dari kejauhan.

Dari Raha, Ibu Kota Kabupaten Muna, Danau Napabhale berjarak sekitar 20 km. Durasi perjalanan hanya 40 menit menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Akses ke lokasi terbilang mudah meski beberapa titik ditemui jalan berlubang dan jalan yang sedang diperlebar.

3. Pantai Tanjung Labhora
Spot menarik lainnya yang ada di Muna adalah Tanjung Labora. Keindahan yang ditawarkan oleh objek wisata ini tidak hanya pantainya yang eksotis, tapi juga keindahan alam bawah lautnya yang dipenuhi terumbu karang yang masih alami serta berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya.

Hingga kini Tanjung Labora masih belum dikelola secara maksimal, sehingga fasilitas yang tersedia bagi para wisatawan masih sangat terbatas. Namun keindahan alamnya, baik yang ada di darat maupun di bawah permukaan air, bakal membuat betah siapapun yang berkunjung ke sini.

Lanjut Ke Pantai Walengkabhola
4. Pantai Walengkabhola

Berpagar pohon-pohon kelapa di bibir pantainya yang berpasir putih, menjadikan Pantai Walengkabola terlihat sangat cantik saat dilihat dari kejauhan. Tidak hanya panorama pantainya saja yang memukau, disini wisatawan juga dapat menikmati caving alias wisata susur goa, karena di kawasan sekitar pantai banyak terdapat goa yang memancarkan mata air.

Banyaknya goa yang memancarkan mata air itulah yang membuat nama-nama kampung di kawasan Walengkabola banyak yang menggunakan kata “oe” yang dalam Bahasa Muna memiliki arti “air”, seperti Desa Oengkawora, Oempu, Oekalimbungo, serta yang lain.

5. Pantai Panjala

Keindahan yang disuguhkan pantai ini sebenarnya tidak kalah dari Pantai Meleura. Namun karena lokasinya yang cukup jauh dari pusat Kota Raha yakni sekitar 60 km, membuat wisatawan yang berkunjung ke sini tidak seramai wisatawan di Pantai Meleura.

Tidak hanya pemandangan pantai yang menyejukkan mata saja yang diberikan Pantai Pajala, tapi juga wisata kuliner di sepanjang pantai yang menawarkan berbagai macam makanan khas Tiworo yang unik, lezat dan dengan harga bersahabat.

6. Danau Moko
Pesona Danau Moko tak hanya tentang kondisi air danaunya yang masih terjaga dan benar-benar biru. Namun hal lainnya yang membuat lokasi air payau ini menarik perhatian pengunjung adalah eksistensi penyu dalam Danau Moko. Oleh masyarakat, penyu yang dianggap ikon menarik ini kerap disebut Bento. Unik, ya?

Kamu bebas berfoto dan berenang kesana kemari di danau dengan catatan berhati-hati dalam memperlakukan si Bento. Walau masuk kategori jinak, namun dianjurkan untuk tidak sering dipegang dalam waktu lama. Penyu juga bisa stres lho, guys. Pasti gak mau kan si Bento kenapa-napa?
7. Danau Randano Ghaghe
Berpagarkan tebing bebatuan dan hamparan vegetasi hijau, Danau Randano Ghaghe membentang dengan perairan jernihnya nan menawan.

Randano Ghaghe yang berarti jejak merupakan interpretasi dari rupa danau ini yang jika dilihat dari atas bak jejak kaki raksasa.
Dalam Bahasa Indonesia, Randano Ghaghe memiliki arti “Telapak Kaki”. Kata tersebut digunakan untuk nama danau, karena danau ini jika dilihat dari Google Maps bentuknya menyerupai telapak kaki.
Objek wisata ini baru ditemukan pada bulan maret 2016 oleh Soul Adventure Community yang kini berganti nama menjadi Coffee Trip. Karena baru ditemukan dan masih belum dikelola, maka jangankan fasilitas, akses untuk menuju ke lokasipun masih sangat sulit karena harus melewati kawasan hutan belantara sejauh 4 km.
Bagi para pecinta petualangan, menjelajah Pulau Muna bisa menjadi pilihan. Ada danau indah bersembunyi di balik rimbunnya hutan bebatuan karst di sana. Randhano Ghage namanya.
Meski berada di tengah hutan, air danau ini adalah air asin. mungkin karena lokasinya tidak begitu jauh dari laut di sisi timur danau. Oleh karena itu, di dasar danau bisa kita temui terumbu karang dan ikan-ikan laut lainnya. Unik sekali.
Jika ingin ke sana, disarankan untuk menggunakan sendal gunung atau sepatu hiking. Karena, hutan di daerah Tongkuno ini adalah hutan pegunungan batu karst yang tajam, sehingga akan lebih nyaman jika kita menggunakan sendal gunung.
Dari Kota Raha, waktu tempuh untuk mencapai danau ini kurang lebih 2 jam, dengan rincian 1 jam perjalanan menuju Tongkuno, sekitar 40 menit perjalanan dari poros jalan Tongkuno memasuki kawasan hutan, bisa dengan kendaraan roda dua. Kemudian, kita 30 menit berjalan kaki dari lokasi parkir motor yang masih di tengah hutan juga menuju danau.
Bagi para pecinta petualangan, jalan-jalan ke Danau Randhano Ghage wajib dicoba. Selain perjalanan yang seru, pemandangan yang indah di sepanjang perjalanan, kelelahan dan keletihan kita pun akan terbayarkan saat kita disambut warna hijau Danau Randhano Ghage.

8. Danau Ubur-ubur Loghia
Berenang bersama ubur-ubur yang tidak menyengat dan tidak membahayakan tentu menjadi keasyikan tersendiri. Aktifitas itulah yang dapat dilakukan di Danau Ubur-Ubur Lohia. Sehingga bagi mereka yang menyukai aktifitas snorkeling, danau yang berair payau ini akan memberi daya tarik tersendiri.

Sayangnya lokasi danau ini terpencil dan cukup sulit untuk dijangkau. Pengunjung yang ingin datang ke sini, harus terlebih dahulu menempuh perjalanan yang jauh dan melelahkan dengan melewati Danau Napabale, menyusuri teroDanau Motondunowongan panjang, menyeberangi pulau-pulau kecil serta hutan yang masih perawan.

Komentar
Posting Komentar
Komentar anda sangat di butuhkan perbaikan blog ini. Silakan berkomentar dengan santun, hindari komentar yang berbau SARA dan menyerang pribadi orang serta ujaran kebencian. Andimin tidak bertanggung jawab terhadap komentar yang berbau SARA, menyerang pribadi orang dan mengadung ujaran kebencian dari pengunjung.